Tita Dewi Utara

coretan kisah hidup dalam untaian aksara


3 Comments

Arti Hari Valentine Bagiku

Ada banyak cara untuk mengungkapkan kasih sayang. Sentuhan, kecupan, pelukan, pemberian hadiah, memberikan perhatian ataupun ucapan kata-kata sayang adalah beberapa contoh ungkapan kasih sayang terhadap orang yang sangat kita cintai.

Hari ini, tanggal 14 Februari, mungkin ada banyak orang yang sedang merayakan hari valentine dengan kekasih, pasangan, teman dan orang-orang yang mereka cintai. Terus terang, aku tidak pernah mengingat hari ini sebagai hari valentine, karena memang aku tidak pernah merayakan ataupun mengingatnya sedari dulu. Hari ini sama saja seperti hari-hari lainnya. Kenapa? Karena bagiku tidak ada hari khusus untuk menyatakan sayang dan cinta kita.

Setiap hari aku menuangkan cinta dan kasih sayang pada orang-orang tercinta lewat hidangan yang kuracik dengan tanganku sendiri. Ya, lewat masakan, aku menunjukkan sayangku pada mereka. Aku selalu bersungguh-sungguh dalam memasak semua hidangan yang tersaji di meja makan. Masakan buatanku kucicip berkali-kali agar mendapatkan rasa yang sesuai dengan lidahku. Begitu juga dengan kue-kue ataupun camilan yang sering kubuat untuk keluargaku.

Continue reading


Leave a comment

Training Blog JA, Salah Satu Upaya Untuk Mempercantik Tampilan Blog

Sebetulnya sudah cukup lama aku menekuni blog, mungkin sekitar enam tahun yang lalu. Saat itu keinginanku mempunyai sebuah blog, lebih karena tuntutan profesi. Saat itu aku tergabung sebagai seorang personal loss and weight coach sebuah produk makanan kesehatan.

Saat itu hampir semua teman-teman mempunyai blog  untuk lebih memperlancar pekerjaan mereka. Aku yang saat itu baru saja bergabung, langsung menyesuaikan diri mulai belajar membuat sebuah blog. Aku membuat blog otodidak berdasarkan panduan berbagai buku yang kubeli di toko buku dan searching di google. Continue reading


Leave a comment

Review Buku Nostalgia Biru

Penulis : Heru Sang Amurwabhumi, Vinny Martina, Wiwid Nurwidayati, Tita Dewi Utara, Dyah Yuukita, Nuha, Winda Astuti, Nazlah Hasni, Mabruroh Qosim, Hikmah Ali, Cenung Hasanah

Penerbit : Embrio Publisher

Genre : Fiksi

Tahun Terbit : 2018

Tebal : 176 halaman

Melihat dari judulnya Nostalgia Biru, pembaca sepertinya sudah bisa menebak bahwa kisah-kisah di dalamnya sarat dengan peristiwa kenangan. Kenangan memang peristiwa yang sudah terjadi dan tak akan pernah terulang lagi. Tetapi banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah kenangan. Continue reading


2 Comments

Rosmala Comfort Syar’i, pilihan tepat untuk keanggunan dan kenyamanan berbusana Syar’i

Banyaknya pilihan busana Syar’i di pasaran saat ini memanjakan para pemakainya. Model gamis yang beragam, motif yang berwarna-warni, memang memikat para pembeli. Tapi saya sering kecewa karena bahannya terasa tebal dan sangat panas sehingga tidak nyaman dipakai. Tak jarang juga saya salah memilih gamis hanya karena melihat motifnya yang cantik. Tetapi lagi-lagi saya dibuat kecewa, karena saat dipakai ternyata bahannya tipis dan menerawang. Continue reading


12 Comments

KESERUAN DI ACARA KOPDAR AKBAR ODOP – JOGJA (BAG 3)

ACARA KOPDAR AKBAR ODOP

Aku terbangun karena mendengar lamat-lamat kudengar suara gaduh. Kubuka mata, ternyata Mbak Mabruroh sudah mengenakan mukena. Ya Alloh, aku kesiangan! Apa semua sudah pada sholat Shubuh?

“Waduh, Mbak Mab udah sholat ya?” Aku terduduk. Meski sudah kubuka paksa mata ini. Rasanya masih berat banget. Gara-gara tidur larut malam sih, jadinya masih ngantuk.

“Belum, ini baru mau sholat jamaah.”

“Tungguin bentar ya. Saya wudlu dulu!” Aku melompat turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Continue reading


7 Comments

KESERUAN DI ACARA KOPDAR AKBAR ODOP – JOGJA (BAG 2)

Perjalanan Menuju Kopdar ODOP

Keretaku mulai melaju kencang. Rasanya mata ini semakin lama semakin perih. Mungkin karena semalam kurang tidur, tak berapa lama aku tertidur di kereta. Setelah kereta melewati Madiun, aku terbangun. Lumayan, rasanya badan agak segar setelah tertidur tadi. Sebuah message di WA kuterima, ternyata itu dari Mbak Mabruroh yang bilang sebentar lagi keretanya hampir sampai di Jogja. Dia dan Valya nanti menunggu di musholla stasiun.

Duh, tiba-tiba saja perutku melilit-lilit karena lapar. Aku baru sadar bahwa sedari tadi pagi perutku belum terisi apa-apa. Hanya segelas air putih saja yang sempat kuminum, karena tadi sibuk membungkus kue-kue. Sebetulnya aku bisa saja memakan sebuah kue yang ada di tas ku, tapi… berhubung aku lagi diet karbo, jadinya cuma nelan ludah aja. Duh kasian amat ya? Bawa tas berisi kue-kue lezat bikinan sendiri, tapi gak bisa dimakan satupun, hiks..hiks 😥 Continue reading